Antara Infertilitas dan Tuhan

Infertilitas dan mengatasi kemandulanKehamilan dan melahirkan merupakan sebuah proses biologis yang prosesnya bisa dijelaskan secara ilmu pengetahuan, namun asal-usul, logika serta penjelasannya masih tetap menjadi misteri dunia kedokteran. Kebanyakan orang Indonesia yang rata-rata adalah orang beragama percaya bahwa itu adalah anugerah dari Tuhan, termasuk pula titipan yang harus dijaga. Untuk itu, Tuhan sudah bermurah hati memberikan kita anak, seharusnya kita menerima dengan senang hati dan rasa syukur.

Namun seiring dengan rencana pembangunan nasional, ada program pemerintah yang disebut keluarga Berencana atau KB. KB ini adalah sebuah program infertilitas, kemandulan yang dengan sengaja dibuat dengan bantuan alat kontrasepsi baik itu pil, suntikan hormon ataupun yang lainnya, sehingga membuat seorang wanita menjadi tidak subur dan tidak menghasilkan pembuahan yang secara langsung tidak akan menyebabkan kehamilan.

Jika kita tinjau dari unsur spiritual, hal ini sama saja dengan menolak anugerah Tuhan, sama saja dengan mengabaikan pemberiannya dan itu semua hampir bisa disamakan dengan melawan kodrat Tuhan. Padahal di lain pihak, banyak wanita yang mengalami sulit hamil dan berusaha mati-matian mengatasi kemandulan.

Secara logika memang begitu, menolak pemberian seseorang kadang bisa diartikan sebagai perbuatan yang tidak menghormati yang memberi. Lihat saja bagaimana seorang raja jaman dulu menghukum kepala desa yang tidak mau membiarkan anak gadisnya dinikahi padahal itu artinya sama dengan pemberian kenaikan derajat dalam raja yang bersangkutan.

Pemerintah paham betul soal itu, sehingga program KB ini hanya diperuntukan bagi keluarga yang sudah memiliki dua anak. Dengan program Keluarga Berencana, sebuah keluarga diharapkan cukup dengan dua anak, jadi tidak sama sekali memerintahkan warga negaranya menolak anugrah Tuhan.

Selain itu, dengan mempunyai dua anak, sebuah keluarga bisa optimal menghidupi anaknya, menjadikan mereka manusia yang baik di mata sesama ataupun Tuhan, sehingga anak menjadi anak yang berbakti. Di sanalah tempat manusia untuk membalas kebaikan Tuhan atas anugrahnya. Jadi secara umum, membuat seorang wanita mandul dengan sengaja dan tentu saja tidak permanen itu dibolehkan, asalkan tujuannya baik. Bukan untuk hal-hal yang tidak dibenarkan oleh agama karena hidup kita juga harus sejalan dengan pelaksanaan agama dan spiritual yang baik.

Pencarian Terpopuler:

penyebab kaki bengkak pada ibu hamil, infertilitas, informasi dan infertilitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>