Jarak Aman Antar Kehamilan

jarak aman kehamilanAnak adalah anugerah Ilahi yang harus disyukuri dan dijaga dengan baik. Tiap pasangan memiliki harapan sendiri tentang jumlah anak yang ingin dimiliki. Ada yang sudah merasa cukup dengan 2 anak saja dan ada pula yang ingin memiliki banyak anak. Bagi pasangan yang ingin memiliki banyak anak pasti ada motivasi yang mendorongnya misalnya bercita-cita memiliki keluarga besar.

Sebelum berencana untuk hamil lagi, sebaiknya pasangan suami istri memikirkan tentang jarak aman kehamilan. Pengaturan jarak kehamilan pertama dan kedua bertujuan menjaga supaya jarak antar kehamilan tidak terlalu dekat atau terlalu jauh. Seringkali kali dijumpai seorang ibu yang baru beberapa bulan melahirkan ternyata sudah hamil lagi, biasanya ini tidak direncanakan oleh pasangan suami istri. Jika sudah demikian, maka wanita tersebut harus ekstra dalam menjaga kehamilannya.

Menurut dokter kandungan, jarak aman kehamilan antara 9 bulan sampai 24 bulan dan di atas itu lebih baik lagi. Namun sebaiknya jarak kehamilan pertama dan kedua juga tidak terlalu jauh yaitu jangan lebih dari 59 bulan karena mengingat usia ibu yang semakin bertambah. Menjaga jarak anatar kehamilan memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah:

  1. Memberikan waktu istirahat bagi tubuh wanita setelah melahirkan karena menguras banyak sekali tenaga. Setelah melahirkan wanita membutuhkan waktu istirahat yang banyak untuk mengembalikan otot-otot tubuhnya seperti semula.
  2. Untuk memulihkan organ kewanitaan wanita setelah melahirkan. Rahim wanita setelah melahirkan, beratnya menjadi 2 kali lipat dari sebelum hamil. Untuk mengembalikannya ke berat semula membutuhkan waktu sedikitnya 3 bulan, itu pun dengan kelahiran normal. Untuk kelahiran dengan cara caecar membutuhkan waktu lebih lama lagi.
  3. Menyiapkan psikologi wanita sebelum hamil lagi. Wanita biasanya mengalami trauma pasca melahirkan karena rasa sakit saat melahirkan atau saat dijahit. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat wanita siap lagi untuk hamil dan melahirkan.
  4. Bagi wanita dengan riwayat melahirkan secara caecar, bayi lahir cacat, pre eklamsia, dianjurkan untuk memberi jarak antar kehamilan yang cukup. Karena mereka memiliki resiko lebih besar daripada wanita dengan riwayat kelahiran normal. Menurut dokter, resiko melahirkan lebih besar pada wanita usia di atas 35 tahun. Karena usia terbaik melahirkan adalah 20 smpai 30 tahun.
  5. Supaya bayi yang sudah lahir mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya, ini tidak dapat dilakukan jika sang ibu hamil lagi. Sekalipun bisa, kualitas air susu ibu sudah berubah gizinya.

Itu sebagian dari beberapa tujuan mengatur jarak antar kehamilan, semua itu bertujuan untuk menjaga keselamatan ibu dan bayinya. Jika jarak kehamilan pertama dan kedua dapat terjaga, maka diharapkan ibu dan anak akan mendapatkan hak-haknya.

Pencarian Terpopuler:

jarak kehamilan dan kedua yg baik berapa bulan, Baiknya jarak khamilan, berapa jarak yang baik untuk hamil lagi?, 3bulan melahirkan normal hamil lagi ada resiko gak, jarak kehamilan 4 bulan apakah beresiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>